Seseorang cenderung memberikan penilaian (judge) terhadap orang lain berdasarkan kriteria, norma, nilai dan standard yang ia miliki, bukan berdasarkan kriteria dst yang dimiliki orang yang ia nilai. Lebih jauh lagi, judge, claim dan bahkan vonis yang diberikan sering kali tanpa didahului analisa dan pemahaman tentang apa yang dijudge dst. Dengan cara ini maka sering terlihat misalnya:
- Anak yang ribut ketika ada pengajian orang tua dikatakan bandel
- Anak perempuan yang hamil diluar nikah dikatakan bejat
- Orang barat yang melakukan hubungan seks sebelum nikah dikatakan tak bermoral
- Murid yang tidak bisa mengerjakan soal matematika di kelas dikatakan bodoh
- Mahasiswa yang ikut demo dikatakan cari penyakit
- Pengidap HIV atau Aids dikatakan kena kutukan akibat dosa-dosanya
- Dst….
Bunyi pernyataan ini mungkin tidak akan sama jika seseorang mencoba menilai orang lain berdasarkan standard, nilai dan norma yang dimiliki orang lain tersebut.