Apa South to South Film Festival (StoS ) 
Tepat sebulan lalu, 3-13 Desember 2007 Pertemuan Perubahan Iklim
Tingkat Dunia dilaksanakan di Bali. Banyak sekali harapan yang ingin
dicapai untuk mengatasi perubahan iklim yang makin mengancam
keberlanjutan kehidupan di muka bumi.
Sebenarnya, bagaimanakah dampak perubahan iklim bagi kehidupan kita?
Benarkah masalah perubahan iklim hanya masalah lingkungan?
Permukaan air laut naik dan menggenangi kota-kota kelak, adalah
masalah lingkungan? Petani kekeringan air atau kebanjiran, akibat
musim yang berubah-ubah dan intensitas hujan tinggi, atau suhu yang
bertambah panas, adalah urusan pecinta lingkungan?
Benarkah itu masalah "lingkungan" dan masalah "mereka"?
Jawabnya? Tidak!
Kerusakan lingkungan, mulai pencemaran, pendangkalan sungai &
banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan lainnya, bukan sekedar
masalah lingkungan, tapi juga masalah ketidakadilan ekonomi, sosial
dan politik. Diantara lelaki & perempuan, si kaya & si miskin,
negara-negara maju di utara & negara berkembang di selatan.
Dan ini, bukan masalah "mereka", tapi masalahku, kamu, kita.
Dari sinilah
South to South Film Festival (StoS) lahir.
StoS bermakna selatan ke selatan. Festival ini bertutur mengenai
eksploitasi di negara-negara selatan, yang kaya sumber daya alam,
tapi mendapatkan manfaat kecil dari kekayan alamnya.
StoS yang pertama diadakah dua tahun lalu, tepatnya pada 25 – 27
Januari 2006, dengan mengangkat tema "Dibalik Kemilai Emas". Dengan
film-film yang ditayangkan, antara lain Bye-Bye Buyat (Indonesia),
Amazon Oil-pipeline, Pollution, Corruption and Poverty (Ekuador),
The Evergreen Island (Papua Nugini), Choropampa, The Price of Gold
(Peru), dan The Company We Keep (Inggris).
Tema StoS kali ini adalah
"Vote for Life" – Memilih Memperjuangkan
Hidup.
Potret kelompok-kelompok tergusur karena kekayaan alamnya, yang
jarang, bahkan tak pernah sampai ke ruang-ruang publik di kota akan
menjadi sajian utama. Film yang diputar akan bercerita mengenai
masalah yang menentukan kehidupan manusia, juga potret penduduk
lokal yang memilih berjuang, bertahan dan memperjuangkan
kehidupannya. Hingga kemenangan-kemenang an kecil yang mereka raih.
StoS akan menjembatani cerita dari negara selatan ke selatan
lainnya, membawa cerita dari kampung ke kota, melalui film, foto dan
aksi solidaritas.
Selain itu anda juga dapat berpartisipasi dengan menyampaikan pesan-
pesan anda dalam bentuk
puisi dan poster bertemakan "Pesan kepada Presiden 2009 – 2014" yang akan dilombakan dalam ajang South to South Film Festival 2008. Dimana & Kapan ?
Tempat : Goethe Institut Alamat : Jl. Sam Ratulangi No. 9 – 15 Menteng, Jakarta Pusat Telepon : 021-23550208 Hari/Tanggal : Jum'at – Minggu, tanggal 25 – 27 Januari 2008 Waktu : Pkl. 09.00 – 22.00 wib. Penyelenggara
Panitia bersama JATAM, Forest Watch Indonesia, GekkoStudio, WALHI,
Ecosister.
Selama tiga hari, StoS akan menayangkan film-film tentang perubahan
iklim dan dampaknya bagi kehidupan di bumi ini. Seperti, Laut yang
Tenggelam, Sui Utik (Indonesia), The Pampas Unknown Desert (Brazil),
Jonathan Brown and the Lost Penguin (Australia), The Fridge
(Chesnia), The Last Boy Riding (Philipina) dan Too Hot Not to Handle
(US).
Info lebih lanjut klik : www.jatam.org/ stos
Ayo aja teman dan keluarga ke acara ini. Acara ini GRATISSSS……